Skip links

Hortikultura adalah: Ciri, Jenis dan Peluang dalam Bisnis Ekspor

Hortikultura adalah gabungan dari bahasa latin yaitu hortus yang berarti kebun dan culture yang berarti bercocok tanam. Hortikultura dapat didefinisikan sebagai cara budidaya tanaman yang dilakukan di kebun atau pekarangan. Sebelum kita membahas tentang jenis dari tanaman hortikultura, mari kita cari tahu seperti apa karakteristik dari tanaman yang satu ini: 

Karakteristik tanaman hortikultura adalah

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) setidaknya terdapat lima karakteristik tanaman hortikultura. Ciri-ciri dibawah ini bisa kamu jadikan acuan untuk membedakan tanaman jenis hortikultura itu sendiri. Berikut ulasannya:

Keanekaragaman spesies

Tanaman hortikultura adalah tanaman yang memiliki berbagai jenis spesies yang mudah tumbuh dimanapun dalam keadaan apapun. 

Tanaman hortikultura juga tidak hanya tanaman hijau seperti sayuran. Tanaman hortikultura juga mencakup buah, bunga, serta tanaman obat yang dapat dibudidayakan untuk kebutuhan kesehatan. 

Hortikultura adalah tanaman yang rentan rusak

Tanaman hortikultura juga termasuk tanaman yang rentan terhadap pembusukan. Dengan kata lain, tanaman jenis ini memang terkenal tidak tahan lama dan memiliki waktu pembusukan lebih cepat. Hal ini disebabkan karena komoditas hortikultura mengandung kadar air yang sangat tinggi jika dibandingkan komoditas pertanian lain.

Karena hal tersebut, kamu harus melakukan penanganan yang baik dari segi waktu, tempat penyimpanan hingga saat panen.

Massal

Pernahkan kamu melihat orang menanam tanaman ini hanya satu? Aktivitas dalam budidaya tanaman hortikultura umumnya dilakukan secara massal. Mulai dari penyediaan benih, kemudian menanam, hingga saat panen biasanya dilakukan secara massal. 

Hortikultura adalah tanaman musiman

Tanaman jenis ini juga memiliki masa panen yang beragam tergantung pada jenis tanamannya. Biasanya ada yang panen berdasarkan wilayah hingga waktu tertentu. Kendati demikian, tanaman ini biasanya tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa dipanen. Hal ini pula yang menjadikan tanaman ini sebagai budidaya yang bertujuan bisnis. 

Persyaratan budidaya tertentu

Tanaman yang satu ini juga membutuhkan beberapa perlakuan berbeda daripada komoditas pertanian lain. Contohnya saja tanaman hortikultura ada yang membutuhkan lahan yang cukup luas sebagai media tanam. Tak hanya itu, ada juga tanaman ini yang memang dibutuhkan wilayah yang spesifik untuk menghasilkan jenis tanaman tertentu dengan kualitas baik.

Hortikultura adalah tanaman yang memiliki nilai keindahan (estetika)

Hal yang terdapat dalam tanaman jenis ini yang jarang disadari oleh kebanyakan orang adalah bahwa tanaman ini mengandung nilai estetika. Maka tak heran jika ada orang yang mengagumi tanaman jenis ini karena keindahannya.

Harga hasil panen berbanding lurus dengan kualitas (kesegaran)

Dalam penjelasan sebelumnya kita membahas bahwa jenis tanaman ini adalah rentan terhadap busuk atau rusak. Hal itu juga akan mempengaruhi hasil harga jualnya. Dengan hasil panen yang segar maka harga jual sudah pasti tinggi. Sebaliknya, jika kualitas yang dimiliki tidak segar maka harganya sudah pasti jatuh. 

hortikultura adalah

Jenis-Jenis Tanaman Hortikultura adalah

Tanaman hortikultura adalah tanaman yang memiliki beberapa jenis kelompok contohnya seperti olekultur, florikultura, frutikultur, dan biofarmasi.

Tanaman Florikultura (sayuran)

Olerikultura adalah jenis tanaman hortikultura yang berupa sayuran yang sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Karena sayuran adalah salah satu jenis tumbuhan sering dikonsumsi oleh masyarakat maka untuk mendapatkan jenis ini tidaklah sulit.  Mulai dari kualitas standar hingga premium cukup mudah untuk ditemukan.

Secara umum tanaman sayuran atau olerikultura itu sendiri dibagi lagi menjadi dua, yaitu tanaman semusim dan tanaman semusim. Contoh untuk tanaman semusim adalah melinjo, petai, jengkol dan lain-lainnya. Hal tersebut adalah karena jenis tanaman ini hanya bisa dipanen pada waktu-waktu tertentu walaupun memang bisa dibudidayakan kapan saja.

 

Sementara tanaman semusim contohnya adalah wortel, kangkung, bayam, bawang merah atau putih, cabai, tomat dan sebagainya. Semua tanaman tersebut bisa dibudidayakan sepanjang tahun dan bisa dipanen tanpa ada batasan waktu. Sebagai catatan bahwa tanaman ini juga hanya bisa dipanen setelah memasuki usia panen.

Tanaman Florikultura (hiasan)

Florikultura adalah salah satu jenis tanaman hortikultura yang berasal dari tanaman hias. Terdapat beberapa jenis florikultura, misalnya saja seperti tanaman hias yang dibudidayakan di dalam pot, seperti bunga sedap malam, mawar, kenanga, tanaman bonsai dan lain-lain.

Tak hanya itu, ada pula florikultura lain yang dikembangbiakkan langsung di tanah. Misalnya bunga matahari, melati, kamboja dan lain sebagainya. Selain itu, ada pula jenis tanaman hias yang tumbuh dan berkembang biak dengan cara menempel pada batang tanaman lain seperti anggrek.

Tanaman Frutikultur (buah-buahan)

Tanaman hortikultura lainnya adalah frutikultura yang dapat menghasilkan buah. Pada umumnya tanaman ini membutuhkan beberapa teknik khusus  apalagi jika dibudidayakan secara massal. Sama seperti penjelasan olekulturan, tanaman buah juga terdiri dari dua macam, yaitu semusim dan semusim.

Contoh tanaman buah yang semusim adalah mangga, durian, rambutan, semangka, melon, jeruk dan lain sebagainya. Sementara itu tanaman buah-buahan yang dapat menghasilkan tanaman setiap saat yang tidak mengenal musim adalah nanas, pepaya, pisang, nangka, salak, sawo dan belimbing wuluh dan lain-lain.

Tanaman Biofarmasi (obat-obatan)

Sesuai dengan namanya, jenis tanaman hortikultura yang satu ini adalah tanaman obat atau disebut biofarmasi. Di Indonesia tanaman ini sering disebut sebagai tanaman obat keluarga. Sejak zaman dahulu hingga sekarang, tanaman ini sangat populer di masyarakat, karena dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Sementara itu, contoh tumbuhan atau obat biofarmasi antara lain temu lawak, jahe, lidah buaya atau aloevera, kayu manis, kunyit, serai, brotowali dan lain-lain. Masing-masing dari jenis tanaman ini memiliki manfaat dan kegunaan yang berbeda.

Dari berbagai jenis tanaman hortikultura tersebut banyak diantaranya yang juga sangat berpotensi dalam bisnis. Melihat kegunaan serta manfaat yang diberikan, tanaman  hortikultura adalah tanaman yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Maka tak heran jika pasarnya sangat luas dan tidak hanya di Indonesia. 

Peluang hortikultura dalam Bisnis Ekspor

Hortikultura adalah salah satu sub sektor pertanian yang berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Dengan kesejahteraan petani yang meningkat maka secara otomatis ekonomi daerah akan meningkat. Pengembangan tanaman hortikultura dalam ekspor juga turut meningkatkan devisa negara.

Sementara itu, sub sektor hortikultura pada kuartal I dan II tahun 2021 mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,01% dan 1,84%. Hal ini menandakan kontribusi sub sektor hortikultura yang sangat baik. 

Sedangkan jika berkaca pada tahun 2020, ekspor hortikultura mencapai USD 645,48 juta, meningkat 37,75% dibandingkan tahun 2019. Peningkatan ekspor pada sektor ini sendiri didominasi oleh komoditas buah-buahan khususnya selama masa pandemi Covid-19 tahun 2020. Nilai realisasi ekspor buah-buahan tahun 2020 tercatat sebesar USD 389,9 juta, meningkat 30,31% dibanding tahun 2019. Ingin berkontribusi dalam perkembangan ekspor hortikultura? 

Baca juga: Pertanian di Indonesia dan Daftar Komoditas Populer di Mancanegara

#BeraniEkspor bersama AeXI

holtikutura adalah

AeXI adalah akselerator ekspor Indonesia untuk membantu para UKM supaya bisa meningkatkan skala bisnisnya. AeXI dengan beragam layanannya hadir untuk menjawab semua kesulitan eksportir. Beberapa layanan tersebut merupakan pengembangan produk, dukungan logistik hingga perizinan dan sertifikikasi juga tersedia disana. Mau ekspor apapun bersama AeXI kamu pasti bisa. Jangan ragu konsultasikan bisnis kamu dengan AeXI, daftarkan bisnis kamu sekarang juga.

Leave a comment